Pembangunan Pasar Blimbing Serius Nggak Sih

By Umum
pariwisata 20150921 100409 Pembangunan Pasar Blimbing Serius Nggak Sih

Image Source: http://www.malangkab.go.id/files/portal/21092015/pariwisata_20150921-100409.png

Pembangunan Pasar Blimbing Serius Nggak Sih?

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seperti kurang serius membangun Pasar Blimbing. Bagaimana tidak, belum ada progres yang signifikan sejak pembangunan pasar tersebut dicanangkan pada 2008 lalu.

Enam tahun berjalan, tahap awal pembangunan masih belum usai. Proses relokasi yang menentukan keberlanjutan pembangunan, tak kunjung terlaksana. Lagi-lagi masalah site plan dijadikan kambing hitam.

Padahal, di samping alotnya tarik ulur masalah site plan, ada sebagian pedagang Pasar Blimbing yang menjadi korban. Mereka adalah pedagang-pedagang angkatan pertama yang bersedia direlokasi ke Pasar Pandanwangi. Mereka merasa pengorbanan dalam mendukung program pemerintah sia-sia belaka.

Kondisi pedagang di Pasar Pandanwangi yang menjadi salah satu titik relokasi pun makin hari makin memprihatinkan.

Kami ini yang taat aturan. Tapi dibiarkan terkatung-katung (di Pasar Pandanwangi),

ujar Siti Yani, salah satu pedagang Pasar Pandanwangi. Selain sepi pembeli, lapak-lapak sementara yang digunakan pedagang untuk berjualan pun makin usang.

Kekecewaan juga disampaikan Kamad, koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Blimbing Mandiri (P3BM) yang direlokasi ke Pasar Pandanwangi.

Kami ini sudah direlokasi, tidak bisa berjualan di Blimbing lagi. Kok

pasarnya tidak dibangun-bangun,

sesal Kamad.

Dia menyatakan akan kembali turun ke jalan menyampaikan sikap mendesak relokasi karena ingin agar pembangunan segera dilakukan. Kekesalan Kamad dan para pedagang berdasar. Sejak boyongan ke Pasar Pandanwangi pada Desember 2012 lalu, makin hari pedagang berkurang satu demi satu. Awalnya ada 21 pedagang yang bersedia direlokasi karena patuh pada keputusan pemkot. Namun kini hanya ada 13 pedagang aktif di Pasar Pandanwangi.

Penyebab berkurangnya pedagang tersebut beragam, tetapi bermuara karena omzet menurun drastis.

Pasarnya sepi, jualan tidak laku, akhirnya pedagang ada yang bangkrut, ada yang kena stroke karena ngenes,

jelas pria yang berdagang sembako itu. Dirinya berharap, pembangunan segera dilakukan karena ingin segera kembali ke Pasar Blimbing.

Menurut dia, jika serius, pemkot bisa saja melayangkan selebaran ke pedagang pasar soal relokasi. Apalagi pedagang yang bertahan sudah mengambil nomor di pasar penampungan sementara (PPS). Pemkot juga bisa bekerja sama dengan aparat penegak hukum, baik dari satpol PP maupun jajaran samping seperti TNI-Polri.

Bukan hanya kondisi pedagang yang memprihatinkan, kondisi infrastruktur tiga PPS pun tampak terbengkalai. Tiga lokasi tersebut terdiri dari dua lokasi di Jalan Simpang LA Sucipto, Pasar Pandanwangi, dan Pasar Patok yang semula pasar hewan. Satu lokasi lain yang terakhir dipersiapkan adalah bekas Stadion Blimbing di Jalan Tenaga.

Padahal untuk membangun tiga PPS tersebut, PT Karya Indah Sukses (KIS) sebagai investor telah mengucurkan dana miliaran rupiah. Mereka sampai membangun tiga pasar relokasi dikarenakan pasar relokasi pertama yang dibangun tidak disetujui pedagang. Awalnya, PT KIS hanya membangun pasar relokasi di Jalan Simpang LA Sucipto, Pandanwangi. Ada dua pasar yang dibangun, yakni di sisi barat jalan dan satunya di timur jalan. Anggaran yang dihabiskan sekitar Rp 7 miliar.

Setelah pasar relokasi tuntas, pedagang menolak dengan alasan lokasinya terlalu jauh. Akhirnya, dibangun pasar relokasi di Stadion Blimbing. Pemilihan lokasi pasar relokasi juga berdasarkan permintaan pedagang. Dana yang dihabiskan tak kurang dari Rp 4,8 miliar. Artinya PT KIS setidaknya telah mengeluarkan biaya Rp 11,8 miliar hanya untuk persiapan relokasi pedagang. General Manager PT KIS Yusron Virmanza berharap pemkot mempercepat relokasi pedagang Pasar Blimbing.

Supaya pembangunan segera bisa dimulai,

katanya. Kalau dalam waktu dekat Anda berencana berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa cek informasi penginapan murah di Jogja untuk harga dan fasilitas terbaik.