Diserang, Apple iPhone Baru dan Dompet Juga Dilucuti

By Gadget

%name Diserang, Apple iPhone Baru dan Dompet Juga Dilucuti

Tidak hanya terbatas pada telepon dan sms saja. Tetapi berbagai media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, jalan, dan banyak lagi. Bahkan saat ini, Smartphone ini juga dapat menjadi mitra dalam pekerjaan ini.

Serangan, Apple iPhone baru dan dompet anak Jeremy Thomas juga dilucuti. Putra sulung Jeremy Thomas, Matius lain mengakui menyerang dan diadakan di sebuah kamar hotel oleh sejumlah anggota polisi. Barang-barang seperti telepon seluler dan dompet lain Matius juga dilucuti.

"Sepatu, ikat pinggang, dompet, iPhone," kata Jeremy Thomas ketika itu ditemukan polisi markas Propam, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menonton video tentang kronologi pembentukan 20detik mengalahkan anak Jeremy Thomas adalah di sini:

Sebelum kata-kata Jeremy, Matius lain tiba-tiba diadakan dan dibawa ke kamar di Crystal Hotel, Jakarta Selatan. Selama penyiksaan juga ditodong pistol.

Matius lainnya mengeluarkan sebagai terbukti obat yang diambil. Sejak peristiwa itu, anak Jeremy Thomas menderita luka parah di pinggang, lutut, wajah dan kepala.

Penyiksaan dimulai ketika Matius lain ingin mengambil pakaian dari seorang teman di Pondin indah Mall pada Sabtu, Juli 15, 2017. Tapi rupanya lokasi berubah untuk Hotel Kristal. Klik di sini untuk info harga ponsel terbaru.

Tiba di hotel, Matius lain tiba-tiba dicekik oleh seseorang dari mulutnya bau alkohol.

Karena tersangka adalah Rob, Matius dibonceng motor, saudara mencoba untuk melarikan diri. Tapi kemudian, dia malah dikejar oleh orang-orang yang dicurigai polisi.

Orang lumpuh dari pistol ia dibawa untuk memberhentikan Matius lainnya. Sampai dengan Putra tertua Jeremy diserang dan diadakan di kamar.

Jeremy Thomas dan Matius lain telah melaporkan kasus-kasus pelucutan Apple iPhone baru ini telah dilaporkan di Polda Metro Jaya.

%name Diserang, Apple iPhone Baru dan Dompet Juga Dilucuti

Pemerintah pemerintah menerbitkan peraturan menggantikan hukum (Perppu) tentang organisasi sipil (OBK Nasional). Setuju dengan mantan Ketua Litbang PP Muhammadiyah "Buya" Syafii Arab.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu takut karena anti-negara ideologi Pancasila Nasional visi dapat mengganggu kemudian.

"Ini harus menjadi begitu. Jika tidak, itu adalah kompleksitas dari Republik ini sekarang. Jadi pemerintah Presiden. Pemerintah tidak hanya mengimbau-imbau (saja), untuk? Tapi mengapa memerintahkan, takut? Atau hukum koridor cukup, ya, "kata Arab, Sekretaris Negara di Kementerian veteran jalan 3, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2017).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa organisasi anti-negara ideologi Pancasila sulit ditangani menggunakan undang-undang 17/2013 terhadap Nasional visi. Bahasa Arab kata Indonesia harus berani bertindak cepat.
"Anda hanya melihat mereka, mereka dokumen tertulis kanan tidak suka, tidak suka ideologi negara demokrasi Pancasila, apa lagi benar-benar. Mengapa adalah bahwa jenis penjualan berbelit-belit, membaca dokumen asli, otentik, "katanya.